Pemeriksaan Keliling Sebelum Menghidupkan Mesin Truk Scania

1 Agustus 2018

Sebelum menghidupkan mesin pada truk Scania, salah satu hal yang harus dilakukan adalah pemeriksaan keliling. Hal tersebut penting untuk dilakukan. Mengapa ? Berikut sedikit ulasan dari kami mengapa hal tersebut penting dilakukan.


Pengoperasian truk Scania yang dilakukan secara terus menerus akan membuat terjadinya keabnormalan pada unit. Contohnya saja seperti kondisi bolt yang kendor dan kebocoran dari bahan bakar, air pendingin serta oli. Hal tersebut perlu dideteksi sedini mungkin untuk mengurangi resiko breakdown pada unit.


Pemeriksaan keliling sebelum mesin dinyalakan akan menjaga kondisi truk Scania selalu berada pada kondisi yang prima. Oleh karena itu, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan, antara lain;


1.) Pemeriksaan Fuel Line

Pemeriksaan fuel line dilakukan dari fuel tank sampai dengan fuel manifold. Pastikan sepanjang jalur tersebut tidak ada kebocoran. Segera perbaiki jika ada kebocoran, dengan mengencangkan kembali komponen yang kendor atau mengganti dengan komponen yang baru. Karena adanya kebocoran pada fuel line akan mengganggu saat mesin dihidupkan.


2.) Pemeriksaan Air Cleaner

Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat melakukan pemeriksaan air cleaner, antara lain ;

  • Melakukan pemeriksaan vacuator pada air cleaner yang berada pada belakang cabin sebelah kiri unit. Apabila kotor dan banyak debu yang menempel maka perlu dibersihkan terlebih dahulu.

  • Melakukan pemeriksaan hose dari pre cleaner sampai dengan air cleaner. Pastikan hose tetap tersambung dengan rapat dan tidak terdapat kerusakan.

  • Melakukan pemeriksaan dirt indicator, apabila tekanan terbaca 5.0 KPa maka air cleaner harus segera diganti. Perlu diketahui bahwa air cleaner yang sudah berada pada tekanan tersebut tidak dapat dibersihkan dan harus diganti.


3.) Pemeriksaan Tingkat Oli Mesin

Untuk produk truk Scania, PT United Tractors Tbk (UT) memberikan rekomendasi oli mesin yang sesuai dipergunakan adalah tipe SAE 15W-40 CL atau CL-5 class. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dilakukan dalam melakukan pemeriksaan tingkat oli mesin.

  • Pertama lakukanlah pemeriksaan tingkat oli mesin yang dipergunakan dengan menggunakan dipstick, perhatikan tingkat posisi antara high dan low pada saat dipstick dimasukan. Lakukan penambahan oli jika inidikator berada pada tingkat yang disarankan.

  • Melakukan pemeriksaan sisi lain dari mesin dan memastikan tidak ada rembesan oli pada seputaran mesin.


4.) Pemeriksaan Tingkat Coolant

Pada saat melakukan pemeriksaan tingkat coolant, hal yang perlu dilakukan adalah mengukur tingkat coolant pada expansion tank. Pastikan berada pada tingkat diantara minimal dan maximal. Jika kurang segera tambahkan dengan Scania coolant ready mix 50/50.


5.) Pemeriksaan Kebocoran Pada Radiator dan Condensor

Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam melakukan pemeriksaan kebocoran pada radiator dan condensor adalah sebagai berikut ;

  • Melakukan pemeriksaan pada bagian core condensor, aftercooler dan radiator dari kebocoran.

  • Melakukan pemeriksaan apakah terjadi kebuntuan pada fin.

  • Melakukan pemeriksaan conection hose atau piping dan kondisi dari hose baik-baik saja tidak terjepit atau sobek. Segera ganti dengan komponen baru apabila hal tersebut terjadi.