A LIVING HERITAGE

10 Juli 2018

Semangat perusahaan baru ini sangat bersifat fundamental dalam menyelamatkan Scania dari krisis keuangan pada tahun 2008-2009. Saat ini, semangat ini telah menjadi pedoman bagi perusahaan secara keseluruhan, termasuk jaringan dealer. Sejak awal tahun 1900-an, para teknisi perusahaan berupaya agar jangan sampai pernah tertinggal dalam mengikuti perkembangan internasional di bidang teknologi mesin. Terinspirasi oleh hubungan yang terjalin dengan Magirus di Jerman, maka mesin diesel pertama Scania-Vabis (1936) dibuat lebih ringan dan suara lebih halus dibandingkan dengan produk-produk pesaing. Dan teknologi diesel direct-injection (1949) yang telah dikembangkan melalui kerjasama dengan Leyland di Inggris, menghasilkan kinerja yang lebih unggul dibandingkan dengan para pesaingnya sejak awal. Oleh karena perusahaan merasa yakin dengan kebutuhan masa depan yang mendambakan mesin yang lebih bertenaga, Scania telah mengembangkan mesin di mana pasar akan membutuhkannya, yakni Scania V8 pada tahun 1969 - yang melahirkan mesin low-rev (tenaga tetap dihasilkan dengan puturan mesin rendah). Ini adalah prinsip yang saat ini diadopsi oleh industri secara keseluruhan.