Baterai Untuk Alat Berat

28 September 2016

Jika sebuah alat berat macet dan terjebak di tanah berlumpur karena tekor aki. Mustahill jika untuk menghidupkannya dilakukan dengan cara didorong beramai-ramai seperti halnya mobil biasa. Oleh karena itu, untuk menghindari hal tersebut perlu dilakukan manajemen baterai.
Baterai merupakan perangkat otomotif yang dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik dan mempunyai arus searah (DC). Untuk mengisi energi listrik ke baterai, dibutuhkan  altenator yang berfungsi mengubah energi mekanis hasil putaran mesin menjadi energi listrik untuk disimpan dalam lempengan baterai.
Baterai berfungsi dalam proses menghidupkan mesin yaitu untuk menggerakan starting motor yang  memutar  flywheel hingga mesin hidup. Baterai hanya bekerja sekali saja yaitu ketika mesin akan hidup. Meskipun hanya bekerja sesaat, energi yang dikeluarkan sangat besar, sehingga kekuatan crangking battery sangat menentukan dalam menghidupkan mesin.
Spesifikasi baterai premium yang tepat untuk dipergunakan pada alat berat Anda adalah sebagai berikut;

1. Tahan goncangan karena menggunakan glassmate separator yang berfungsi sebagai peredam getaran yang diterima baterai.
2. 
Memiliki antimony tinggi, sebesar 3% sehingga memberikan perputaran yang bagus.
3. 
Memakai antimony pada kutub negatif dan calcium pada kutub positif. Hal tersebut memberi dampak.
4. Penguapan air menjadi lebih rendah dan umur baterai lebih lama hingga 20% jika dibanding baterai konvensional, sehingga bersifat
low maintenance.
5. 
Memiliki grid yang berbentuk radial membuat arus lebih cepat mengalir.

Selain diperlukan dalam proses starting engine, fungsi baterai adalah untuk pencahayaan dan kelistrikan. Setiap unit alat berat yang bergerak memerlukan fasilitas keamanan untuk penanda arah gerak unit, yaitu lampu sign berupa lampu stop, lampu belok, lampu mundur, klakson dan hazard penanda unit mundur. Saat itulah dibutuhkan energi listrik dari baterai. Begitu pula lampu penerangan yang digunakan saat ini beroperasi malam hari. Beberapa perusahaan pertambangan sudah menetapkan peraturan keamanan international ( International Safety Procedures). Setiap unit wajib menyalakan lampu, siang maupun malam, power window, central door lock, tape, radio, alarm dan air conditioner juga menggunakan sumber listrik dari baterai.
Pada proses pengapian (ignition), energi listrik dari baterai diperlukan untuk menggerakan sistem mekanis Fuel Injection Pump (FIP). Mesin-mesin alat berat menggunakan sistem injeksi bahan bakar  yang diatur oleh FIP. Pengaturan FIP  menggunakan elektrik sebagai pengatur waktu saat dilakukan injeksi bahan bakar ke dalam sistem pengapian.