Kolaborasi Antara Metode dan Teknologi Alat Berat

6 September 2016

“Kerusakan jalan aspal di Indonesia saat ini menjadi permasalahan klasik yang terus berulang terjadi sepanjang tahun. Butuh kolaborasi teknologi alat berat dan metode yang dipergunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut”.

Kondisi yang saat ini terjadi adalah jumlah kendaraan berat yang melintas di jalan raya perkotaan semakin meningkat tajam seiring dengan meningkatnya perekonomian di Indonesia. Hal ini membuat jalan aspal mudah rusak. Selain itu, banyak juga kita temui infrastruktur jalan yang belum dilengkapi drainase atau drainase ada namun tidak berfungsi dengan baik. Sehingga ketika terjadi genangan air akan memperparah kondisi jalan aspal.

Saat ini, kondisi yang terjadi adalah tutup lubang disini, muncul lubang disana. Belum selesai tutup lubang disini, sudah muncul lubang baru disana. Dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk melakukan perawatan tersebut. Penanganan perawatan jalan yang tidak sesuai dengan tingkat kerusakan jalan akan berdampak pada meningkatnya kerusakan jalan. Sampai kapan kondisi ini terus terjadi? Apa yang bisa dan harus dilakukan? Sudah saatnya merubah pola pikir dalam penanganan konstruksi jalan.

Fenomena ini, menggugah PT United Tractors Tbk (UT) untuk memberikan solusi kepada pelanggan dengan memperkenalkan terknologi terkini melalui serangkaian produk Bomag untuk mengatasi permasalahan pada pembangunan dan rehabilitasi jalan aspal di Indonesia. Hal ini dapat mempermudah pekerjaan, mengurangi biaya konstruksi dan mempercepat waktu penyelesaian proyek.

Inovasi teknologi alat berat yang dapat dimanfaatkan dalam pembangunan adalah Bomag Economizer, Vario Control dan Asphalt Manager. Ketiga teknologi ini mampu memonitor tingkat kepadatan lapisan tanah atau aspal melalui monitor panel di dalam kabin oleh operator. Dengan teknologi ini, operator mampu membaca dengan pasti kondisi tanah atau aspal yang dipadatkan sehingga pemadatan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien karena operator akan berhenti saat mengetahui kondisi jalan sudah cukup padat. Selain itu, teknologi ini juga mampu memberikan efek getaran dengan nilai frekuensi dan amplitudo berbeda untuk tiap ruas jalan sehingga hasil akhir pemadatan akan lebih seragam.

Sedangkan dalam melakukan pekerjaan rehabilitasi jalan yang rusak, dibutuhkan penggunaan alat berat yang khusus seperti; BOMAG Cold Milling BM2000/60, BOMAG Stabilizer/Recylcer MPH 122-2 atau MPH 125 dan BOMAG Asphalt Finisher BF300P. Kedua alat ini biasanya dimanfaatkan untuk rehabilitasi jalan menggunakan salah satu metode yang terkenal di negara maju seperti Eropa dan Amerika yaitu metoda Cold In-Place Recycling.

Metoda Cold In-Place Recycling merupakan metoda rehabilitasi jalan yang dilakukan dengan cara mengupas material (lapisan aspal) jalan yang rusak dan menggantinya dengan lapisan jalan baru dengan material yang berasal dari hasil peleburan jalan lama.

Proses rehabilitasi jalan diawali dengan melakukan pemotongan atau pengupasang permukaan jalan menggunakan alat BOMAG Cold Milling BM2000/60. Alat ini dapat mengupas lapisan aspal dengan lebar 200 cm sampai kedalaman 32 cm dan dapat mengupas jalan sampai dengan 40 m/menit.

Setelah lapisan jalan rusak dikupas oleh cold milling, maka material yang dikupas akan dihancurkan, dicampurkan dan diratakan pada kedalaman tertentu untuk mendapatkan lapisan dasar baru yang lebih stabil dan kuat oleh BOMAG stabilizer/recycler MPH122-2 atau MPH 125.

BOMAG stabilizer/recycler dipergunakan untuk rehabilitasi jalan dengan lapisan dasar jalan yang tidak stabil. Lapisan jalan yang rusak akan diubah menjadi material berukuran kecil seperti butir yang seragam dan dapat juga dicampur dengan bahan pengikat baru. Bahan aditif yang sering digunakan untuk mencampur material tanah yang kurang stabil adalah semen atau kapur. Semen atau kapur ditaburkan dalam jumlah tertentu sesuai dengan kebutuhan hasil uji laboratorium dengan menggunakan truk yang dilengkapi dengan cement spreader. Bahan semen ini banyak ditemui di Indonesia dan dalam berbagai proyek rehabilitasi di negara lain dapat menghemat biaya konstruksi antara 30-60% jika dibandingkan dengan metoda konvensional.

Sedangkan untuk lapisan bawah yang kondisinya cukup stabil, maka campuran hotmix aspal dapat langsung dihamparkan diatasnya menggunakan BOMAG Asphalt Finisher BF300P. Alat ini dapat menghamparkan aspal hotmix dengan lebar minimum 1,70 m sampai dengan 4,00 m dengan kapasitas maksimum sampai dengan 300 ton/jam.

Bomag Asphalt Finisher BF 300P Kualitas Terbaik Dalam Pengaspalan Jalan